LIFE THOUGHTS
this site the web

Recent Photos

image
image
image
Showing posts with label Principessa. Show all posts
Showing posts with label Principessa. Show all posts

Thoughts

Gw lahir di kamar kelas ekonomi di sebuah RS di Jakarta Selatan. Masa bayi gw di sepetak kontrakan tua di daerah sekitar Cirendeu. Dan masa kecil gw tumbuh di komplek yang mayoritasnya anak-anak kampung yang bandel-bandel.

Masa kecil gw di warnai sama hal-hal pahit. Gw pernah merasakan yang namanya “pasti” kebanjiran kalo hujan, karena atap rumah gw bocor dan orang tua gw enggak ada biaya untuk memperbaikinya. Gw juga pernah makan di meja makan yang beratapkan langit, karena atap rumah gw bolong (lagi-lagi enggak ada biaya untuk menutupinya). Gw inget, di saat teman-teman gw merasakan enaknya main game seperti Nintendo atau Sega, sedangkan gw enggak bisa karena orang tua gw enggak mampu untuk membelikannya.


Hal lainnya yang cukup berat adalah, bokap gw adalah seorang polisi, yang “ringan tangan” dan amat sangat tempramental. Gw pernah digantung terbalik di kandang ayam (ayam pelung, jadi kandangnya gede, muat buat gw yang waktu itu kelas 2 SD) hanya karena marah-marah ke pembantu gw dan kedengeran bokap gw. Gw pernah dijedotin ke pintu sampai bibir gw sobek karena nilai IPS gw 5.0 waktu kelas 4 SD. Gw pernah disuruh menelan kertas ulangan gw yang nilainya 2.5 pas kelas 3 SD. Dan masih banyak lagi yang lainnya yang parah.

Gw enggak bermaksud merendahkan diri gw sendiri dan membuat gw seolah-olah minta rasa iba, ENGGAK. Kenapa? karena gw tau, di luar sana masih banyak yang nasibnya jauh lebih buruk daripada gw. Dan gw juga (diluar kepahitan tadi) punya banyak hal-hal yang menyenangkan semasa gw kecil. Begitu bokap gw pulang dari belanda (sekolah yang di biayai oleh negara), gw dibawain banyak mainan yang kebanyakan saat itu belum dimiliki oleh anak-anak lain. Gw juga pernah ngerasain jatuh dari motor, tapi di atas badan bokap gw waktu gw kecil (menandakan bahwa bokap gw juga sangat menyayangi gw diluar sikap galaknya). Hmmm, pokoknya gw merasa bersyukur kok sama masa kecil gw itu, karena gw masih merasa beruntung.

Sekarang gw mau bahas soal pandangan hidup. Ada yang unik yang pernah gw alamin semasa kecil. Hidup gw berlangsung dengan 2 sisi gaya hidup dan ekonomi yang kontras di sekitar gw. Lingkungan di rumah gw adalah lingkungan anak-anak kampung yang bandel-bandel, dan kebanyakan isi masyarakatnya mungkin tergolong “Uncivilize”. Hal ini sangat bertolak belakang dengan lingkungan sekolah gw, kebetulan gw sekolah di sekolah swasta yang isinya itu anak-anak orang yang kaya raya. Gw bisa masuk sekolah itu karena nyokap gw salah satu guru di tingkat SMA sekolah itu. Hal yang sangat unik gw rasain dengan keadaan itu. Gw banyak memperhatikan atau bahkan ikut terlibat di dalam kegiatan-kegiatan 2 kasta yang berbeda itu.

Contohnya misalnya : ketika gw abis main dari rumah temen sekolah gw untuk nyoba yang namanya main Billiard, gw setelah di rumah malah nyobain jadi “ojek payung” bareng temen-temen rumah gw. Atau misalnya gw yang cuma sekedar main “petak umpet” atau “tap jongkok” di rumah, sementara di sekolah gw nyobain main di laptop temen gw yang isinya permainan-permainan bahasa inggris untuk anak. Ada lagi yang kocak, kalo temen-temen gw di rumah pada belum ngerasain yang namanya makan pizza, spaghetti, atau makaroni.. sedangkan temen-temen sekolah gw justru banyak yang belum ngerasain makan yang namanya singkong, tempe, tahu, ikan teri, dll.. haduuuuh, ada-ada aja ya?

Begitulah, 2 sisi yang kontras itu, masa kecil gw yang banyak mengalami rasa pahit, ataupun sikap tempramental dan keras dari bokap gw, sangat berjasa dalam perkembangan gw. Kenapa berjasa sekali? karena dari situlah gw mulai berfikir dan mengamati keadaan sekitar. Gw menjadi orang yang bisa memposisikan diri di lingkungan gw. Gw menjadi orang yang memiliki sudut pandang luas jika berfikir maupun berpendapat. Gw menjadi orang yang hati-hati dalam mengambil tindakan dan keputusan. Gw juga menjadi orang yang memiliki komitmen dan keinginan yang kuat. Gw menjadi orang yang berusaha sebisa mungkin menghindari terjadinya masalah. Gw jadi orang yang bisa mengalah dan menerima sesuatu. Banyak hal-hal positif yang akhirnya gw dapet.

Tapi.. ada juga hal-hal negatifnya. Gw emang bisa memposisikan diri dengan lingkungan, tapi gw termasuk orang yang kikuk di awal perkenalan, gw sering merasa rendah diri jika masuk dalam suatu kelompok baru. Gw emang bisa mengalah dan menerima dengan baik, tapi jika itu konteksnya untuk orang asing alis temen gw yang kurang deket, ataupun orang lain yang enggak gw kenal, tapi justru gw akan dengan mudah menumpahkan kekesalan dan emosi gw dengan orang-orang terdekat gw. Gw juga kadang berfikir terlalu berlebihan akan masalah yang gw hadapi, membuat gw terlalu banyak pertimbangan.

Tapi, untungnya adalah.. gw bukan orang yang munafik. Gw bukan orang cengeng yang mudah jatuh. Gw orang yang berfikir luas. Gw adalah manusia yang sangat menghargai dan mensyukuri hidup gw. Gw bukan orang bodoh yang dengan berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama. Gw bukan pembual. Gw mau mengakui kesalahan-kesalahan gw. Gw sebisa mungkin ingin bisa menjaga perasaan orang lain. Gw bukan tukang bohong. Gw manusia berkomitmen. Gw amat sangat menghargai orang lain. Dan yang paling gw bangga, gw bukanlah seorang pengkhianat! dalam bentuk apapun..

Dan gw amat bersyukur karena terhindar dari hal-hal yang disebutkan dalam paragraf sebelum ini..

Full Page »»

Commitment

Gw mulai main musik sejak kelas tiga SMP. Dan gw pun membentuk Nada yang sampai saat ini berdiri sejak gw kelas 2 SMA yang berarti itu sudah 7 tahun lebih. Sejak kelas 2 SMA itu gw sudah berkomitmen untuk memiliki cita-cita “ingin menjadi musisi yang sukses dan terkenal”. Dan sejak tahun ke 2 Nada berdiri, gw berkomitmen untuk “SERIUS”.



Udah banyak yang gw laluin bareng Nada. Gw pernah menghadapi yang namanya “sulit” secara ekonomi, perjalanan, maupun yang lainnya bersama mereka. Jalan terjal itu banyak banget hadir disana. Dari gw yang susah, gw yang pernah hampir berhasil, gw yang jatuh, sampai gw memulai lagi dari awal. Dan semua itu masih gw jalani sesuai dengan komitmen dan perkataan gw.

Kami (Nada) pernah mengalami yang namanya berjalan kaki sejauh 1 KM lebih hanya untuk sekedar latihan, itu berlangsung 2 kali seminggu, dan keadaan itu tetap demikian untuk kurun waktu kira-kira selama 6 bulan lebih. Kami pernah berkali-kali menghadiri acara musik di tengah kota hanya mengendarai motor bebek merk china (jialing), yang kami naiki bertiga dengan membawa seperangkat alat musik lengkap, dan kami mengendarainya tanpa SIM, sehingga harus mengendap-ngendap melalui jalan tikus dengan tampilan seperti prajurit yang mau perang. Kami pernah ditimpuki oleh penonton karena musikalitas kami yang buruk. Kami juga pernah ditimpuki penonton hanya karena kami “tidak termasuk komunitas mereka”. Kami pernah hanya manggung di acara kampung ke kampung dalam rangka 17-an yang penontonnya dihadiri hanya ibu-ibu, bapak-bapak, sampai hanya semuanya itu anak-anak kecil. Malahan kami pernah manggung di acara kecil yang tidak ada penontonnya kecuali panitia acara, tukang bersih-bersih, dan teman-teman kami sendiri. Kami merasakan yang namanya ingin manggung tanpa dibayar (yang penting manggung!) yang sampai untuk itupun kami memohon-mohon agar bisa manggung.

Namun… kami juga pernah manggung di acara besar tahun baru di panggung yang besar, sampai manggung untuk acara TV dan Radio (live performance maupun wawancara langsung). Kami pernah merasakan menjadi “The Best Rising Star of 2005” di sebuah radio di Mampang. Kami pernah merasakan memiliki fans-fans belia yang suka meneleponi kami sampai sangat mengganggu aktifitas pribadi kami. Kami pernah juga manggung dengan bayaran “jutaan” (tidak lagi sekedar gratis, atau ratusan ribu). Kami pernah secara khusus diundang untuk tampil di acara “Peringatan Hari Musik Sedunia” di Lippo Karawaci untuk mewakili suatu komunitas musik. Kami pernah dilayani oleh panitia acara bagaikan Raja karena menjadi salah satu “Guest Star” acara olahraga suatu sekolah swasta. Kami pernah manggung disaat hujan deras, namun penontonnya tetap tak beranjak tidak peduli, mereka menari-nari, ikut bernyanyi, membentuk putaran kereta api, sambil diguyur derasnya hujan hanya untuk menikmati musikalitas dan performance kami.

Iya.. hitam dan putihnya, manis dan pahitnya, senang dan sedihnya, mudah dan susahnya, besar dan kecilnya.. semua udah gw lalui bersama Nada. Ganti personil, konflik intern, personil keluar sampai akhirnya tinggal berdua.. huffffthh.. dan gw masih tetap bermimpi sambil terus berusaha, terus berfikir, terus berlatih, tanpa takut kecewa, tanpa takut gagal, tanpa takut jatuh.. terus beranggapan bahwa esok akan lebih baik, tetap yakin bahwa semua usaha pasti ada hasilnya yang menguntungkan.

Itulah arti dari sebuah komitmen untuk gw.. dan cerita di atas adalah analogi untuk menjawab cerita yang ditulis Principessa tentang komitmen bagi dia. “Ketakutan akan sebuah komitmen.. takut akan hadirnya kekecewaan.. takut akan hinggapnya hal yang menyakitkan.. takut akan bersemayamnya rasa gundah..” hmmm, tapi apa? “namun.. begitu keadaan sudah mulai aman, akhirnya saya dan pacar coba untuk mulai berkomitmen” pacar disana maksudnya adalah si "turtle". Huffffth, silahkan kalian semua berkomentar.. itu hak kalian..

Maaf.. tapi bagi saya, komitmen bukan hal yang hanya sekedar ucapan, bukan hanya mimpi semata seorang remaja, bukan hanya buah pikiran yang kekanak-kanakan.. Dan kata-kata saya yang dulu pernah bilang “aku mau menerima kamu apa adanya, aku mau menemani kamu, aku mau berusaha dan berjuang bersama kamu..” dan juga “aku sungguh menyayangi kamu dan takut kehilangan kamu” itu benar adanya dan saya jalani sesuai dengan apa yang saya katakan.. bukan hanya mimpi.. bukan khayalan.. bukan harapan.. apalagi bualan..

Itu semua adalah awal dari komitmen saya untuk Principessa. Lebih dari sekedar janji yang sewaktu-waktu bisa diingkari.. jelas lebih dari itu..

Full Page »»

Decision

Ini adalah sebuah analogi : Andi adalah kepala buruh di sebuah perusahaan. Perusahaannya sedang kekurangan buruh. Andi mendapati 2 bocah yang ingin melamar yang usianya masih di bawah 17 tahun, bahkan mereka masih duduk di bangku sekolah. 2 bocah tersebut adalah anak yang tak mampu, dan bermaksud ingin bekerja agar dapat membantu keluarganya. Di sini andi menghadapi konflik, di satu sisi ia ingin bisa membantu kedua bocah tersebut dengan memperkerjakan mereka sebagai buruh sehingga upah pekerjaan mereka bisa membantu keluarga mereka. Namun disisi yang lain, andi tidak dapat memperkerjakan mereka karena mereka masih berusia di bawah 17 tahun, yang tentunya bisa berdampak perusahaannya akan dikenai hukuman karena memperkerjakan anak di bawah umur sebagai buruh. Di sisi yang lain pula, perusahaannya sedang sangat membutuhkan tambahan buruh.



Dan inilah keputusan yang andi ambil : andi menerima mereka bekerja sebagai pekerja paruh waktu yang tidak resmi (mencocokan waktu dengan jadwal sekolah si bocah) dan memberikan mereka upah sesuai jam kerja mereka. Setelah si bocah tadi lulus sekolah dan cukup umur, barulah andi menerima mereka sebagai pegawai tetap dan menggaji mereka secara utuh. Dengan demikian andi memuaskan semua pihak, andi akhirnya dapat membantu si bocah tanpa harus perusahaaannya terkena sanksi, dan perusahaannya pun mendapatkan tambahan buruh baru sesuai dengan kebutuhan. Andi berhasil berfikir melingkar atau berfikir dengan mempertimbangkan segala sudut pandang dan fakta yang ada, yang akhirnya akan menghasilkan keputusan yang tepat. Tidak ada pihak yang dirugikan.

Analogi di atas dikutip dari sebuah buku yang gw baca. Dari situ gw menyimpulkan dalam sebuah kalimat “berarti, seharusnya tidak ada yang namanya keputusan yang salah, atau salah mengambil keputusan, karena sebenarnya pasti ada keputusan yang benar dan terbaik yang akhirnya memang paling optimal dan menguntungkan semua pihak tanpa merugikan satu pihak tertentu jika kita dapat berfikir melingkar”. Gw berani mengatakan ini adalah “Hukum” yang artinya absolut, bukan lagi sekedar “Teori”. Kenapa? mari gw jelaskan dengan perlahan..

Untuk kita dapat benar-benar berfikir melingkar itu memang sulit. Di dalam buku di sebutkan kita harus terbebas dari 7 hal (kalau tidak salah). Di sini gw akan wakili 7 hal itu dengan 2 kata “egois” atau mementingkan diri sendiri dan “berat sebelah” terhadap suatu hal, karena memang pada intinya ke-7 hal itu memang merupakan poin-poin yang intinya adalah ke-egoisan ataupun berat sebelah. Jika kita berhasil menyingkirkan rasa itu, barulah kita dapat berfikir melingkar.

Sekarang akan gw gambarkan kemungkinan-kemungkinan keputusan lain yang bisa di ambil oleh andi. Jika andi berpendapat “pokoknya perusahaan harus dapat tambahan pegawai baru”, bisa saja andi menolak lamaran si bocah tadi dan mencari pegawai yang lain yang cukup umur sehingga tidak akan terkena sanksi, namun tentu itu akan merugikan si bocah karena si bocah akhirnya tidak akan mendapat tambahan uang untuk membantu keluarganya. Atau, bisa saja andi tetap menerima mereka bekerja sebagai pegawai tetap karena ingin menolong mereka dan tidak memperdulikan keadaan perusahaan yang mungkin akan terkena sanksi. Namun kenyataannya tidaklah demikian, karena andi dapat berfikir melingkar tanpa rasa egois mementingkan diri sendiri ataupun rasa yang berat sebelah terhadap satu pihak.

Nah, disisi yang lain, ada satu pilihan lagi. Yaitu andi berfikir “kenapa saya harus peduli dengan keadaan si bocah? toh dia bukan siapa-siapa saya..” atau mungkin “kenapa saya harus memikirkan perusahaan? toh dampaknya tidak akan banyak berpengaruh buat saya..” yang akhirnya akan membuat dia tidak menolong si bocah maupun perusahaan. Untuk ini, ada penjelasannya.. yaitu “suara hati”. Suara hati adalah suara titipan Tuhan untuk kita, dan suara hati itu adalah suara yang akan menghasilkan sesuatu yang namanya “Anggukan Universal”. Contoh : waktu kita lihat sampah di buang sembarangan, suara hati akan bilang “ambil sampah itu! taruh pada tempatnya”, sayangnya kebanyakan dari kita akan mengbaikannya dan akhirnya tetap membiarkan sampah itu berserakan di jalanan. Atau ketika kita melihat pengemis di jalan, pasti akan muncul rasa iba dari hati kita, dan suara hati berkata “beri dia sesuatu, uang atau apapun, kasihan dia” dan lagi-lagi, kebanyakan dari kita akan berfikir “ah, paling ini cuma pengemis yang pura-pura..” yang akhirnya membuat kita tidak menolongnya. Itulah alasannya mengapa andi memiliki rasa ingin menolong, karena ia mengikuti suara hatinya, dan memang sulit untuk membedakan yang mana suara hati dan yang mana keinginan atau ke-egoisan kita.

Hmm.. cukup ngelanturnya soal suara hati, sekarang kembali ke soal “Decision” tadi yang gw bahas. Iya, kita akan mendapatkan keputusan yang benar dan terbaik, jika kita dapat berfikir melingkar. Contoh-contoh di atas gw rasa udah cukup untuk menerangkannya kenapa gw sampai bilang ini adalah “absolut”. Gw bisa bilang demikian karena memang benar adanya, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, jika kita dapat berfikir melingkar tentu kita akan mendapatkan keputusan yang BENAR untuk semua pihak yang terlibat, bahkan yang tidak terlibat (jika mereka bisa berfikir objektif). Maka selanjutnya tidak akan ada kata seperti “Setelah punya cukup kekuatan, saya jadi semakin tau bahwa keputusan saya ini sungguh menyakiti dia. Tapi saya harus, karena saya ngga mau lagi menipu diri. Saya ingin mengikuti kata hati, pemikiran, dan keinginan saya. Toh, pemikiran saya ngga salah buat sebagian orang. Hanya buat ‘Caya dan sebagian orang di sekelilingnya lah saya menjadi salah.”

Kaget? iya, tulisan ini gw buat khusus untuk Principessa, untuk menjawab perkataannya. Perkataan tadi adalah kata-kata Principessa di blognya. Apa pendapat dan jawaban gw? Amin aja, semoga dia benar dan dihindari dari perasaan bersalah sampai kapanpun. Wish u Luck Principessa..

Full Page »»

Molto Stanco

Molto Stanco = Very Tired = Sangat Lelah. Lelah sama apa? lelah karena apa? Huffftthhh.. lagi-lagi karena dia, karena Principessa. Kenapa lagi dia? Haha, semakin menyebalkan saja. Hari ini gw lagi iseng nge-net sambil nge-blog di warnet di Bandung (daerah Setia Budi) bareng si Klavier. Baru aja gw nyalain YM gw sebentar, tiba-tiba ada yang negur gw, "Assalamu'alaikum, selamat malaaaam.." iya, itu Principessa. Gak tau kenapa tiba-tiba dia negur gw, padahal hampir 5 hari berturut-turut gw OnLine dia sama sekali enggak negur gw, terakhir kira-kira seminggu yang lalu. Bukannya berprasangka buruk sih, tapi gw yakin kemarin-kemarin dia itu enggak negur sama sekali karena dia lagi asik-asiknya main bareng si Turtle pacar barunya itu. Makanya, meskipun status YM gw OL juga enggak akan dia tegur, kan lagi seruuuu.. ;p


Tiba-tiba malam ini dia negur dengan segala rasa gundah yang dibawanya, status FBnya gini "duh, otak gw nge-hang! tapi refresh toolnya lagi enggak bisa diganggu, sibuk soalnya.." maksud "Refresh Tool" itu tentu aja si Turtle. Jadi dia menuju gw karena pacar barunya itu lagi sibuk, begitulah kira-kira. Dengan bertanya hal-hal simple yang menunjukkan perhatian seperti "kamu udah di bandung?", "dari kapan?", "kamu kemarin sakit? gara-gara aku ya?", haduuuuuh, basi deh.. capek gw dengernya, muak! Apalagi kalo gw udah bilang "aku gak apa-apa kok, udahlah gak usah dipikirin..", nanti dia akan merespon dengan jawabannya yang "Enggak Tahu Malu" itu, yaitu.."ya syukur deh kalo gitu, kadang aku masih merasa feeling guilty aja, aku enggak mau kamu kenapa-kenapa.." Arrrrggghhhh, apa siiiiiih? aneh deh.. <=( Ditambah lagi kalo dia udah mulai ngebahas masalah pribadinya (beban yang selama ini jadi salah satu alasan juga untuk meninggalkan gw) yaitu "Financial Problem" atau enggak "Family Problem". Awalnya sih emang gw bener-bener care sama "Problem" dia itu, dan gw akan dengan tulus mau membantu jika memang dibutuhkan. Tapi, belakangan ini gw malah jadi males, sumpah deh.. Mau tahu kenapa? Karena dia itu udah bukan "jilat ludah sendiri" lagi, malah dia udah "Tenggelam" di ludahnya sendiri.

Enggak usah gw sebutin contoh untuk masalah yang menyangkut hati ataupun hubungan kami, cukup yang simpel aja dulu. Misalnya, selama ini dia merasa terbebani dengan posisinya yang sekarang jadi salah satu "Tulang Punggung" keluarganya, atau dia yang merasa keinginannya untuk senang-senang enggak bisa karena kesibukan yang padat akan pekerjaan dan karena gajinya harus ikut dipakai untuk membantu keluarga. Dan.. tahukah kalian? it is a Bullshit! sama sekali jauh dari benar, sangat menyebalkan! Iya, dia mungkin memang terbebani secara pikiran, hati, maupun kenyataan (masalah ekonomi misalnya). Tapi gimana ya menanggapinya? nih gw ceritain, dia udah beberapa hari ini kerjanya jalan-jalan terus, malah ada yang dia nonton film di bioskop sampai dua hari berturut-turut sama si pacar barunya itu. Besok atau lusanya, dia jalan-jalan keliling bandung, besoknya lagi ke Kawah Putih. Aduuuh, gimana ya? katanya dia terbebani masalah ekonomi? kok malah jalan-jalan terus? katanya dia sering capek (bukan cuma kerja, bahkan enggak nafsu untuk jalan-jalan) dan ingin merasakan yang namanya istirahat total tanpa berkegiatan di rumah? tapi kok malah jalan-jalan terus? Katanya dia pingin total di kerjaan dengan masuk terus demi mendapatkan "Bonus" tunjangan prestasi? tapi malah izin cuti untuk dateng ke acara pernikahan adiknya si Turtle, malah enggak nyampe 2 hari dari situ dia udah jalan-jalan lagi aja sama si Turtle. Duuuh, gimana sih??? Sumpah deh gw capek melihat tingkah lakunya yang bodoh itu dan pemikiran-pemikiran dia yang "seolah bijak" itu. Beneran deh, males gw.. =( Bener kata temen gw si Bundar, dia bilang "paul, gw pernah ada di posisi kayak dia, punya masalah seperti dia yang bahkan lebih berat, tapi apa? ujung-ujungnya itu semua cuma pikiran aja! karena pada kenyataannya dia aka tetap memikirkan dirinya sendiri, terlebih dia itu plin-plan.. Selama dia belum berkeluarga, dia enggak akan benar-benar perduli.. Dan selama keadaannya belum terdesak-terdesak amat, dia enggak akan pernah benar-benar merasakan beban itu.." Well, i guess she's right.

Principessa enggak pernah benar-benar menyadari ataupun merenungkannya. Dia cuma memikirkan itu disaat enggak ada kerjaan, disaat dia sendirian, ataupun disaat dia lelah dan jenuh sama suasana hidupnya. Setelah itu? yaaaa itu semua tinggalah sebatas beban pikiran yang sia-sia, karena dia akan kembali bersenang-senang dengan hidupnya dan menikmati itu dengan rasa yang polos. Apalagi saat ini dia lagi berbunga-bunga karena hubungannya yang semakin dekat dengan si Turtle, yaaah semakin menjadilah perilaku bodohnya itu (bodoh sama polos itu beda lho, gw bilang dia bodoh karena dia enggak pernah belajar dari kesalahannya). Disatu sisi dia polos karena melakukan sesuatu tanpa pertimbangan matang dan pikir panjang, tapi disisi lain dia bodoh karena enggak pernah belajar dari kesalahannya dan enggak pernah benar-benar berusaha untuk berubah.

Ary Ginanjar (Seorang Profesor ternama pencetus ESQ) mengatakan dalam bukunya : Banyak orang-orang di dunia ini yang bingung akan tujuan hidupnya. Atau malah banyak juga yang merasa hidupnya tidak maju-maju sambil berkata "padahal saya sudah berusaha semampu saya, saya sudah melakukan segala cara, tapi keadaannya tetap begini-begini saja.. lalu apa daya? memang mungkin nasib saya sudah begini". Padahal mereka itu sebenarnya sama sekali tidak melakukan apa-apa selain mengeluh dan mengeluh lagi. Andaipun mereka telah melakukan sesuatu, itu hanya sedikit sekali dan tidak maksimal. Hal-hal seperti itu disebabkan karena mereka tidak mempunyai visi dalam menghadapi masa depan.

Dari situ gw menganggap bahwa Principessa adalah salah satu orang yang termasuk diantaranya. Mengeluh seolah dia sangat terbebani dan ingin perubahan tanpa pernah berbuat hal-hal yang berarti bahkan untuk dirinya sendiri sekalipun. Kasihan Principessa, apakah baru benar-benar melakukan perubahan setelah dia benar-benar merasa terdesak dan terjepit? atau apakah setelah dia terkena musibah dahsyat? Hmmm.. Gw yakin suatu hari nanti dia akan sadar akan segala kesalahan dan kebodohannya, entah dalam waktu dekat atau panjang. Semoga di saat itu datang, dia tidak hanya akan kembali mengeluh, namun juga merenung dan memperbaikinya menuju keadaan yang lebih baik. Capek banget gw sama tingkah laku dia, dan saat ini gw "Hide" juga akhirnya status dia di home page FB gw.

Apalagi setelah kemarin gw kontak dia karena gw inget dia dan kangen, tapi dia malah menanggapi gw dengan dingin dan ketus. Padahal setiap saat dia butuh untuk kontak sama gw, gw enggak pernah ketus begitu. Malah waktu dia sudah sama si Turtle ini, Principessa pernah memohon untuk bisa ketemu gw lagi karena dia kangen dan pengen peluk, cium, dan segala macem.. dan gw menanggapinya dengan halus, tidak menolak ataupun menerima, tapi menanggapi keluhan dan keinginannya tersebut dengan sabar dan bijak (serius lho! karena gw nasehatin bahwa sikap dia itu salah, dan akan menyakiti si Turtle). Tapi giliran gw yang butuh, dia sama sekali enggak menanggapinya dengan baik, bahkan sangat dingin.. Padahal saat itu gw lagi sakit (demam), gw lagi penat dengan beban pikiran, dan gw lagi butuh seseorang untuk gw ajak berbagi. =(

Iya gw sedih banget, tapi gw tetap berfikir dan merasa "How Lucky I Am", betapa beruntungnya gw karena semakin disadarkan bahwa Principessa bukan orang yang tepat, dan semakin dijauhkan dari dia. Apalagi gw berada di posisi yang lebih baik, yaitu sebagai seseorang yang ditinggalkan dan dikhianati. Kenapa gw bilang ini lebih baik, karena justru dengan gw yang berada di posisi jatuh ini, akan membuat gw sadar, belajar, dan melatih kesabaran juga kedewasaan gw untuk hari esok. Sebaliknya, Principessa berada dalam posisi yang angkuh yaitu posisi orang yang meninggalkan dan menyakiti, yang akan lebih kecil kemungkinannya untuk segera menyadari kesalahannya karena posisinya yang ada di atas. Makanya, gw masih merasa beruntung.. banyak hal-hal dan point-point yang membuat gw merasa beruntung dengan keadaan ini.

Yaaah, gw cuma bisa berdo'a dan berharap semoga hari esok akan lebih baik lagi untuk semua pihak. Baik bagi gw dan hidup gw sendiri, maupun Principessa dan hidup barunya. Ataupun semua pihak yang memiliki keterkaitan hubungan dengan kami. Turtle, orang tua Principessa, orang tua gw, teman-teman gw, ataupun teman-temannya Principessa.

Hmmm, wish luck for all of you.. ^^

Full Page »»

Patient

Minggu pagi, 8 November 2009, hari ini jadi hari yang kelam dan kelabu. Tiba-tiba Principessa SMS “yank, kamu suka kirim-kirim message ke papa di FB?”, kontan gw tersentak seketika itu juga. Gw yang baru tidur 4 jam tiba-tiba bangun, karena kaget. Iya gw kirim message ke bokapnya melalui FB 3 kali, yang pertama waktu ngebales message dari bokapnya yang bilang “paul, masih di jakarta? Om punya cerita banyak nih, nanti lah kalo Om udah enggak sibuk..”, yang kedua waktu gw ngabarin si Om kalo gw udah di Bandung lagi dan udah bisa ketemu si Om kalo dia pengen cerita-cerita, dan yang terakhir adalah waktu gw ngasih tau si Om kalo gw dan Principessa sudah selesai.

Berikut ini kira-kira isi suratnya “Om, saya tau kalo Principessa kena musibah.. tapi ma’af Om, saya enggak bisa jenguk. Karena sepertinya saat ini Principessa ingin benar-benar lepas dari saya. Saya takut kalo saya dateng itu hanya akan membuat Principessa sedih, stress, atau malah marah, jadi sebaiknya saya tidak menjenguk. Saya terima keputusan Principessa, saya mengerti dan faham atas keputusannya. Saya juga punya banyak cerita tapi takut Om sibuk.. pengen minta pendapat, nasihat, atau wejangan. Saya juga memohon ma’af yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan saya selama ini, semoga Om dan keluarga berkenan mema’afkan. Semoga silaturahmi antara kita bisa terus berlangsung dan baik-baik saja juga terus berada dalam lindungan-Nya. Ma’af ya Om kalo saya udah ganggu-ganggu kirim message di FB? hehe..” begitulah kira-kira isi message gw. Gw ingin si Om mengerti kenapa gw enggak bisa datang menjenguk, gw takut dia berprasangka buruk ke gw seperti yang lalu-lalu. Gw enggak mau kayak gitu karena si Om juga udah banyak ngebantu gw ngerjain skripsi. Gw juga emang pengen curhat soal masalah-masalah gw (selain Principessa), dan gw juga sekalian ingin sekedar silaturahmi.

Tapi ternyata ini berujung buruk, Principessa marah-marah ke gw karena dia ngerasa ini benar-benar mengganggu dia. Pagi ini tiba-tiba dia sedikit di Omelin sama si Om, si Om mengira Principessa itu melarang gw untuk datang-datang lagi ke rumah. Pokoknya intinya perlakuan dan perkataan si Om di pagi itu membuat Principessa terkesan merasa telah “disalahkan”. Principessa pun ngamuk sama gw, dia pikir gw itu “carmuk” alias cari muka. sampai di status FB dia bilang “Hah? silaturahmi? apa pengen cari muka?” dan “can you just stay away from me and my whole life? stay away from my family! kalo begini, sama aja mengganggu saya..” sampai segitu merasa terganggunya Principessa karena message gw ke si Om.

Gw sama sekali enggak mau “carmuk”, apalagi selama ini juga gw sama sekali enggak pernah “carmuk” baik ke Principessa maupun keluarganya. Gw juga memang sekedar pengen kasih penjelasan kenapa akhir-akhir ini gw jarang main ke rumah Principessa, dan meminta ma’af juga atas segala kekurangan gw selama ini (selama gw berhubungan dengan Principessa). Isi message gw itu adalah isi hati gw tanpa sedikitpun di bumbui “carmuk”, lagian sisi sebelah mananya yang “carmuk”? Coba sedikit bayangkan, gw banyak dibantuin sama si Om, gw bahkan sempat konsultasi privat mengenai skripsi gw dengan si Om tanpa ada Principessa di rumahnya. Setelah semua yang si Om lakukan (kebaikan-kebaikannya), ternyata gw enggak ada waktu anaknya kena musibah, gw terlihat sama sekali enggak perduli. Gw akan terkesan “datang kalo hanya ada maunya aja..”, gw juga punya perasaan dan hati nurani, perasaan dan hati nurani gw itulah yang membuat gw ingin menjaga perasaan si Om juga. Sama sekali enggak bermaksud “cari muka” seperti yang Principessa kira. Tetapi seolah sudah buta karena amarah, Principessa malah marah-marah. Lho? bukannya baru dua hari yang lalu dia merindukan saya? hufffffffth.. memang begitulah my lovely Principessa.. <=)

Principessa juga tanya “kenapa kamu enggak dari dulu dekat sama papa aku? kenapa baru sekarang? kenapa enggak dari dulu pas aku minta kamu dekat sama dia?” ini penjelasan gw..

  • Pertama, gw enggak mendekati si Om dari dulu karena gw sendiri belum siap akan tanggung jawabnya, tanggungan untuk menjamin bisa menjaga Principessa sebaik-baiknya. Sementara gw sendiri masih suka kerepotan menghadapi hidup gw dan masalah-masalah gw.
  • Kedua, ada sedikit hal yang aneh juga.. Padahal dari dulu gw udah coba untuk mendekati papanya maupun keluarganya, tapi justru Principessa sendiri yang menutup jalannya. Contoh, kalo gw mau ajak adik-adiknya jalan-jalan bareng, Principessa enggak mau dengan alasan “nanti aku enggak bisa peluk-peluk kamu.. nanti kita keganggu..” atau kalo gw tawarin “kita enggak usah pergi aja ya? sekali-kali main di rumah kamu aja..” dia emang mau, tapi lebih sering nolaknya daripada maunya. Makanya kalo dia minta gw untuk mendekati keluarganya gw juga suka malas, dengan pikiran “ah, kemarin-kemarin gw juga udah coba mendekati tapi justru Principessanya juga yang enggak mau..” gitu, makanya gw kadang suka malas menanggapinya.
  • Ketiga, emang saat ini gw sama sekali enggak berniat mendekati keluarganya. Gw biasa aja, cuma sekedar ngasih penjelasan, minta ma’af, dan silaturahmi. Enggak lebih dari itu maksud gw.

Hufffth.. bingung.. tadi gw kaget, shock, sakit hati, perih, sedih, sampai-sampai gw kembali menitikkan air mata lagi setelah sekian lama karena saking perihnya.. perih dengar suara Principessa yang marah-marah, perih dengan segala perlakuannya, perih dengan pikirannya yang mengira gw cuma “carmuk”, perih juga karena tau ternyata gw malah merusak kebahagiaan dan ketenangannya yang mungkin baru aja dia rasakan akhir-akhir ini.. Tapi di satu sisi lucu juga, sampai gw tertawa geli geleng-geleng kepala menghadapi tingkah aneh Principessa yang plin-plan, polos, dan kadang terlihat munafik.. Dan di sisi terakhir, gw kecewa berat sama reaksinya yang marah-marah dan tanpa pikir panjang langsung nge-judge gw..

Sejujurnya, gw pengen banget teriak, marah, ataupun bentak-bentak dia untuk meluapkan emosi gw. Tapi buat apa? enggak ada gunannya.. Gw udah capek deh ngomong sama dia, enggak ngerti-ngerti dianya juga.. capek gw jelasin dan tunjukkin kalo gw ikhlas kehilangan dia, kalo gw enggak keberatan dia pilih orang lain, kalo gw enggak pernah menyalahkan dia atas segala sikapnya atau masa lalunya, kalo gw sayang sama dia itu tulus tanpa minta hal-hal apa pun, kalo gw pengen dia bisa bahagia baik oleh gw atau oleh siapapun. And you know what? she didn’t believe it..<=)

Gw kira Principessa saat ini lagi sangat merindukan gw karena sampai kirim message di FB “apa kabar” dan nge-poke gw di FB. Semalam, dada gw berdebar-debar kencang, tiba-tiba gw khawatir sama keadaannya, gw juga sampai SMS dia. Ternyata dia baru pulang habis jalan-jalan dari majalaya (rumahnya si turtle) sama si turtle, sampai jam 11 malam. Hahahahaha.. ternyata dia sudah sedalam itu lho sama si turtle, sudah semakin dalam. Dan ternyata dada gw yang berdebar kencang itu cuma feeling yang enggak guna. Dan parahnya lagi, ternyata feeling gw benar kalo Principessa itu sekedar “rindu sesaat" sama gw. <=)

Semakin kesini gw semakin merasa kalo Tuhan semakin menunjukkan sama gw bahwa dia enggak bisa jadi pendamping gw secara rohani maupun jasmani (next time gw jabarin deh maksud gw untuk hal yang satu ini). Tapi entah kenapa rasa sayang ini enggak hilang, mungkin belum hilang.. atau mungkin emang enggak akan hilang. Yang jelas, Yang Maha Kuasa benar-benar adil.. gw yakin Dia akan memberikan yang terbaik untuk setiap umatNya.. apalagi situasi ini bukan gw yang mau, tapi Principessa sendiri yang mau.. Gw yakin akan ada balasannya untuk sikap sabar gw, apapun itu.. I wish the best for it..

Sebaiknya saat ini gw lebih tingkatkan lagi kesabaran gw ini daripada sebelumnya. Dan sebaiknya saat ini gw coba lagi untuk lebih tenang dan enggak khawatir sama Principessa.. sebaiknya gw lebih percaya lagi sama pemikiran bahwa “si Turtle itu sanggup untuk menjaga Principessa dengan baik, dan andaipun enggak bisa Tuhan pasti melindunginya..” semoga begitu, semoga demikian..

Semoga kedepan situasi bisa menjadi jauh lebih baik lagi bagi semua pihak. Bagi gw, Principessa, maupun si Om..

Amin..



Full Page »»

How Are You?

Somebody miss me 4 days ago.. Thursday 09.17 PM, she sent me a message trough Facebook. Siapa dia? dia Principessa.. iya, my lovely principessa. Gw lagi ngutak-ngatik blog malam itu, lagi ketik post “Are Life Has Changed?” tiba-tiba notification e-mail gw muncul Principessa just sent you a message on Facebook” gitu keterangannya. Shock gw! kaget! “ada apa? kenapa? kok bisa?” pertanyaan itu muncul di benak gw, buru-buru gw buka FB gw untuk liat isi messagenya.

“apa kabar ‘caya???” itu judul messagenya. Isinya “apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar.. apa kabar..? aku baik, alhamdulillah.. kamu gimana?” itu isinya, hanya sekedar bertanya “apa kabar”. Gw langsung buru-buru ketik balasannya “Astaghfirullah sayang, i dream about you every single night.. i think about you every single day.. i’m haunted by your ghost for every seconds.. i’m looking for you in every corner of my life.. and i miss you so much..” gitu isi balasan gw. Begitu mau gw “reply” tiba-tiba aja gw merasa bahwa lebih baik untuk tidak membalasnya. Akhirnya gw pun mengurungkan niat untuk membalas message itu, gw langsung logout terus lanjutin blogging lagi.<=)

Why..? percaya atau enggak, gw tau meskipun dia cuma nanya “apa kabar?”.. gw tau kalo malam itu principessa lagi kangeeeeeeen banget sama gw.. gw tau kalo beberapa hari ini dia mikirin gw terus.. gw tau kalo malam itu dia sampai nangis karena kepikiran gw. Tapi gw juga tau, kalo gw balas surat itu pasti akan berbuntut panjang dan itu enggak boleh terjadi. Karena principessa harus bisa, dia harus belajar kehilangan gw, dia harus bisa mensyukuri apa yang dimilikinya saat ini (cowok barunya yaitu “Turtle”), dan dia harus belajar untuk menerima resiko dari keputusannya sendiri (karena dia sendiri yang memutuskan untuk mengambil jalan “pergi” dari gw dan lebih memilih si turtle). “I know you can do it honey.. i know you will trough it.. i hope you can..”

Apalagi kemarin sore, principessa sampai nge-poke gw di FB saking pengen dibalasnya message dari dia.. dan gw tetap diam tanpa reaksi. Apa gw dendam sama principessa? enggak! gw enggak dendam sama perlakuan dia ke gw akhir-akhir ini. Apa gw terdengar dan terlihat munafik? mau tapi gengsi? well, whatever.. sejujurnya gw diam karena gw enggak tau harus berbuat apa.. gw enggak tau harus balas apa.. gw bingung harus ngapain.. gw takut. (T_T)

Gw takut kalo gw balas messagenya gw akan kembali meracuni hatinya. Kenapa? karena gw punya kemampuan untuk melakukannya..(ge-er banget gw ya??) iya, karena dari dulu gw bisa melakukan sesuatu hal yang membuat principessa luluh lagi, apapun itu. Dan bukan itu aja, tapi juga sebaliknya.. principessa juga bisa melakukan sesuatu hal yang bisa membuat hati gw luluh lagi. Entah kenapa.. tapi memang begitu kenyataannya. Dan kalo itu terjadi, gw secara tidak langsung telah mengganggu hubungan antara principessa dengan cowok barunya, dan gw enggak mau begitu! Bukan masalah gw akan sakit hati karena diduakan (karena gw emang berkeinginan membahagiakan principessa, jadi itu bukan masalah utama, seberapapun sakitnya..), tapi karena gw pikir mungkin saat ini principessa hanya sekedar “rindu sesaat” sama gw. Karena dia sebenarnya saat ini tidak lagi butuh kehadiran gw (kan udah ada si turtle..). Ngejelimet! ribet gw ngejelasinnya! yang jelas intinya “gw enggak mau mengganggu hubungan mereka dan mengusik kebahagiaan Principessa”. Mungkin ini yang terbaik buat dia, lebih baik tanpa gw.. <=)

Tapi gw juga takut kalo gw akan malah makin jauh lagi sama dia kalo gw enggak balas messagenya. Pasti dia akan mengira “ternyata ‘caya emang mau pergi dan menjauh dari gw untuk selamanya, mungkin emang itu lebih baik.. mungkin gw juga jangan ganggu-ganggu dia lagi..”. Gw takut dia berfikir gitu..T_T. Karena sebenarnya gw juga sangat sangat sangat sangat kangeeeeeeeeeeeeeeeen banget sama dia. I miss her so much, kata-kata gw yang tadinya gw ketik buat balasan message itu emang benar-benar ungkapan isi hati gw.<=(

Rasanya.. ingin gw peluk dia yang seerat-eratnya.. ingin gw manja dia sampai senyaman-nyamannya.. ingin gw cium dia dari ujung kepala sampai ujung kaki.. ingin gw rayu dia yang segombal-gombalnya.. ingin gw hibur dia sampai sesenang-senangnya.. ingin gw beri kehangatan untuk menghilangkan dinginnya malam.. ingin gw hadir buat dia sebagai pelipur lara rasa rindunya.. Demi Tuhan, gw benar-benar ingin melakukan itu semua.. “i miss you principessa.. really-really miss you.. miss you so bad..” T_T

Berikut adalah lirik lagu dari gw yang sangat pas untuk moment ini, untuk perasaan gw sekarang.. lagu ini berjudul “How Are You?”

I will start with greetings
Honey how's your feeling?

Since the day you said you choose him?

This is how's my feeling

A little bit hurt but i'm alright

As long as you pleased..


And then i will asking
Honey how thing's going?

Did you got your dreams coming true?

To have a life which better

With trouble fade away from your life

Straight to the hell

And lights only left

To give your world bright..


Goes fly, don't fall..

As high as the sky..

Give world warm..


How's 'bout our stories?
How's about memories?

All the chapter that we have done?

Pictures and the movies

Letters and the song i have made

Is they still there?

How are you dear?

I wish you all the best..


“Aku juga kangen kamu yank, banget.. kabar aku baik-baik aja, semoga kamu juga begitu.. semoga kamu bahagia.. Ma’afin aku.. ma’afin aku enggak ada di saat kamu rindu aku.. Ma’af yank.. tapi ini demi kamu.. semoga kamu baik-baik aja.. semoga kamu bisa tanpa ada aku di sisi kamu..”

Ti amo principessa..
More than you see..
More than you know..
And even more than you feel..


Full Page »»

I'm Not Disappear

4 hari yang lalu gw liat status FBnya Principessa, dia bilang “Saya tahu kamu cuma pura-pura menghilang, kamu masih ada di sekitar saya.. saya tahu..” yah, gw enggak inget persis susunan kata-katanya, yang jelas kurang lebih seperti itu. Akhirnya karena rasa penasaran, gw buka page profilenya dan liat kalo dia baru aja posting link di blognya dengan judul “mereka-mereka”. Gw klik linknya dan gw baca posting di blognya.

Inti dari isinya dia bilang bahwa saat ini dia sedang teringat dan kehilangan 2 orang. Orang pertama adalah “D’first” mantannya dia yang pertama (sebelum gw), dan orang kedua adalah ‘Caya (gw). Dia bilang dia beberapa hari ini sedang memimpikan dua orang ini. Dia 3 hari berturut-turut bermimpi tentang D’first yang akhirnya membuat Principesssa menghubunginya. Setelah dihubungi ternyata D’first lagi sakit, ternyata Principessa mendapatkan feeling tentang dia.. Dan 2 hari kemudian (juga berturut-turut) Principessa bermimpi tentang gw. Akhirnya membuat dia mencari informasi, dan kemudian mengetahui bahwa gw ternyata masih ada di sekitarnya dan enggak kemana-kemana.

Dia bilang “caya menghilang sejak kontak terakhir kami di hari na’as saya yang ketabrak mobil.. mungkin caya berusaha menepati janjinya untuk menghilang dari kehidupan saya..” dan “mereka yang datang kemudian pergi tidak pernah benar-benar pergi, mereka tidak pernah membiarkan saya untuk melupakan mereka, mereka cuma pura-pura menghilang.. saya tahu mereka masih ada". Principessa melanjutkan “mereka-mereka semua baik yang datang, pergi, menghilang, maupun yang masih tinggal, mempunyai rasa dan kenangan tersendiri di hati saya.. masing-masing berbeda-beda.. hal-hal yang kecil dapat membuat saya teringat akan kenangan bersama mereka. Seperti yang saya bilang bahwa hati saya bukan bola lampu yang harus diganti setelah lampu itu padam, namun hati saya merupakan ruang yang luas..”

Haha.. ini membuat gw tertawa kecil di dalam hati gw..=D. Tau kenapa? karena emang gw enggak pernah menghilang dari dia, bahkan gw janji untuk menghilang aja enggak kok..=). Tanpa Principessa tau, gw itu sebenernya tau kalo dia nge-hide gw di page status updatenya, jadi status update gw enggak akan muncul di home pagenya. Dari mana gw tau? rahasia doooong..hihi..;p yang jelas gw enggak nge-hack FBnya Principessa kok, ngapain? pokoknya gw tau..=). Buat gw itu wajar kalo dia nge-hide gw, karena dia ingin bisa melupakan gw dan tidak memikirkan gw.. dia mau move on.. tanpa harus lagi mengingat ataupun khawatir tentang keadaan gw. Wajar, tapi lucu.. iyalah, dia bilang gw cuma pura-pura menghilang ataupun berusaha menepati janji untuk menghilang darinya (seolah terkesan gw yang melangkah pergi dan menjauh dari dia) padahal dia sendiri nge-hide gw di FB dan dia sendiri yang melangkah pergi dari gw dengan bilang “aku mau pilih dia (si Turtle) aja..”. Lucu.. dan konyol.. hehehehe..=)


Dengan demikian Principessa terkesan munafik, terkesan plin-plan, bahkan mungkin terkesan bodoh. Tapi, justru itulah.. justru itu gw sangat menyayangi dia. Gw sayang dia komplit dengan segala kekurangan dan kelemahannya. Kekurangan dan kelemahannya itulah yang membuat gw ingin membahagiakan dia, ingin melindungi dia, ingin menjaga dia, ingin memberi dan menjadi yang terbaik buat dia. I want to complete her, always.. tapi sayangnya dia enggak pernah menyadari itu. Selama 4 tahun lebih kami berhubungan, hampir tiap saat dia selalu bertanya “do you love me hon? how big?”. Bahkan Principessa enggak menyadari perubahan-perubahan gw ke dia, bahwa semakin hari gw semakin menyayangi dia, bahwa setiap kesalahan yang gw lakukan akan gw perbaiki di hari esok, bahwa gw mau berjuang bukan hanya untuk “hubungan kami”.. tapi bahkan jika pun itu hanya untuk dia dan demi dia, gw mau berjuang “semaksimal mungkin” sebisa gw meskipun gw enggak dapet apa-apa. She don't realize that i love her so much.. <=)

Emang gw terkesan menghilang, karena status gw udah enggak update sekitar 2 mingguan. Status gw terakhir “welcome new life, new hopes, and new dreams.. as bright as i wish.. i hope..”. Tapi gw enggak update bukan karena gw mau “pura-pura menghilang”.. tapi karena dalem diri gw, gw berjanji gw akan update status itu ketika “new life, new hopes, and new dreams” itu telah benar-benar dateng. Jadi itu semacam “nazar” dari gw, salah satu usaha gw juga untuk move on.

Apakah gw menghilang? menjauh? mencoba melupakannya? mencoba tidak perduli? nope! at all.. setiap hari gw bermimpi tentang dia, setiap hari gw buka profile FBnya, setiap hari gw bangun dengan keadaan berkeringat, pusing, dan bingung karena khawatir akan keadaan dia. Setiap hal yang gw lakukan selalu ada bayangannya, seolah dia enggak pernah pergi dan selalu hadir di sisi gw. Waktu gw naik motor, gw ngerasa kalo dia sedang duduk di belakang sambil tangannya masuk ke dalam saku jaket gw. Waktu gw tiduran di kasur dan memejamkan mata, seolah dia ada disebelah gw dengan terbaring memeluk guling memakai baju piyama kuningnya. Bahkan, sampai saat ini gw enggak pernah ngunci pintu kosan gw kalo tidur.. karena biasanya dia suka dateng di saat gw masih tertidur pulas. Iya, hati gw masih berfikir kalo dia suatu saat akan datang memberi kejutan buat gw.. haha, ngekhayal aja ya..? biarin..^^ Pokoknya masih banyak lagi deh contohnya..

Dan paragraf terakhir di posting blog dia adalah.. “dan untuk mereka yang masih tinggal memberi kesan semakin mendalam setiap harinya.. saya harap dia tidak pergi.. jangan pergi ya a?”. Paragraf terakhir ditujukan kepada Turtle yang saat ini telah ia pilih menjadi pendampingnya. Sepertinya semakin hari perasaannya akan si Turtle semakin dalam.. semoga saja itu lebih baik untuk dirinya.. semoga kata-kata temen gw tentang si turtle yang bilang “biasanya suka mainin perempuan” itu enggak bener.. semoga si turtle bisa menjadi seorang pria yang lebih baik bagi Principessa..

“i wish you got all the best thing in your future life..”

Ti amo Principessa..^^


Full Page »»

11 Oktober 2009

Ini adalah cerita tentang Principessa. 11 Oktober 2009, adalah hari terburuk dalam hidup gw. Hari yang akan gw inget terus seumur hidup gw, hari yang akan selalu mengingatkan gw akan rasa sakitnya, mengingatkan gw akan rasa perihnya, mengingatkan gw juga akan akibatnya.


Hari itu hari minggu, dan gw janjian mau ketemu dengan Principessa untuk minta bantuan soal skripsi karena besoknya 12 Oktober 2009 gw sidang proposal skripsi jam dua siang. Gw datang sore itu kira-kira sehabis maghrib. Gw ketemu Principessa dan banyak tanya ini itu, tapi sayangnya Principessa enggak bisa banyak ngebantu gw. Itu wajar, karena dia juga harus siap-siap untuk menghadapi tes masuk kerja besoknya, dan parahnya dia belum siap apa-apa karena dia baru tau kalo CVnya hilang dan dia harus buat lagi yang baru. Sedikit kecewa memang, karena gw berharap dia bisa bantu gw nenangin diri untuk menghadapi sidang besok. Tapi itu enggak seberapa, gw juga ngerti kalo Principessa juga harus siap-siap untuk besok, gw ngerti kalo dia juga punya urusan yang lebih penting daripada ngurusin gw. So, it’s ok.. I don’t mind..

Akhirnya gw nemenin dia untuk beli perlengkapan buat besok tes, beli kertas-kertas buat ngeprint CV barunya nanti, foto kopi ijasah-ijasah, sertifikat, dan data-data penting lainnya. Setelah beli perlengkapan dan ngurus-ngurus foto kopian, kami berdua mampir makan sate di sebelah Alfamart di deket rumah Principessa. Dan di sana lah tempat terjadinya kejadian terburuk itu, dalam beberapa menit kedepan dari situ gw akan segera jatuh teramat dalam ke ruang kehampaan.

“yank, aku ke alfa dulu bentar ya? aku mau beli cemilan, tolong titip barang-barang aku ya?” itu yang Principessa bilang sebelum ninggalin gw di tempat sate untuk beli cemilan ke Alfamart. Gw saat itu lagi ngerokok dan baru siap-siap mau duduk. Tiba-tiba aja entah kenapa rokok gw enggak sengaja nyenggol helm gw yang ada di atas meja makan, dan bara dari rokok itu jatuh ke dalam plastiknya Principessa. Gw panik, takut ijasah-ijasah atau data penting lainnya terbakar karena bara rokok gw. Isi plastik itu langsung gw keluarin semuanya, gw kepak-kepakin biar bara rokoknya jatuh. Gw bingung, karena bara rokok itu seperti tiba-tiba aja menghilang. Ternyata, bara itu terlihat ada di ujung dompet dari Principessa, tersempil di lipatan dompetnya. Dompet itu gw ambil dan kepak-kepakin, dan tanpa sengaja dompet itu terbuka. Segera gw tersambar petir yang teramat dahsyat di dalam hati gw saat itu juga, I’m shock!



Di dalam dompetnya ada dua foto yang terpajang. Foto yang pertama di sebelah kiri, adalah foto Principessa dengan kedua adiknya. Dan foto kedua yang sebelah kanan, adalah foto Principessa dengan si Turtle. So what..?? kenapa gw harus sedih? kenapa gw harus sakit hati? toh saat itu kami berdua sudah putus, dan tidak memiliki status apa-apa lagi selain teman biasa. Jadi harusnya itu hak Principessa, itu wajar, kenapa gw harus sakit hati? harusnya gw bisa terima..

Sekarang gw jelasin kenapa gw sakit hati, point by point…
  • Pertama, meskipun kami berdua sudah putus dan tanpa status, Principessa masih manja ke gw, dia masih bilang sayang, dia ngeyakinin gw bahwa dia itu mau fokus untuk sendiri, dan sampai pada saat itu dia bilang kalo “Dia” (si Turtle) bukan siapa-siapa, cuma teman yang memang dia akuin dia sukai. Tapi dia bilang bahwa dia gak punya perasaan lebih ke Turtle. Dan parahnya lagi, saat itu Principessa masih rutin dateng ke kosan gw untuk berduaan, untuk minta dicium, dipeluk, disayang, dimanja, dll.
  • Kedua, dengan foto mereka “berdua” dipajang di dompet, itu berarti sudah menunjukkan sesuatu.. yaitu bahwa Principessa sudah memiliki perasaan lebih sama si Turtle, tidak hanya sekedar suka seperti yang dia bilang. Berarti Principessa ingin bisa ingat si Turtle dimanapun Principessa sedang berada. Jika dia kangen, tinggal buka dompet untuk melepas kangennya sama si Turtle. ataupun sebaliknya, setiap dia buka dompet dia akan ingat bahwa ada seorang Turtle dalam hidupnya sekarang, bukan lagi ‘caya (gw) seperti yang lalu-lalu.
  • Ketiga, dimana foto gw? dimana foto kami berdua? kemana Principessa dan ‘Caya? pasangan yang selama ini selalu bikin orang lain iri karena kehangatan dan keromantisannya. Foto kami berdua itu adalah “Foto Box” kami satu-satunya selama kami berhubungan. Foto itu ada empat, dan biasanya yang dipajang adalah foto kami yang sedang “kissing” karena orang tua Principessa sudah mengetahuinya dan memakluminya. Kemana foto itu? secepat itukah? semudah itukah? Memang saat itu sudah 3 bulan kami putus, tapi kami masih berhubungan seperti biasa layaknya sepasang kekasih. Bahkan sehari sebelumnya Principessa baru datang ke kosan gw untuk berduaan seperti biasanya.

Huffffth.. gw cuma bisa diem dan shock berat saat itu. Kaki gw lemes, hati gw sakit, dunia sekitar gw terasa bergoyang-goyang enggak karuan. Beberapa menit kemudian Principessa datang, dan dia bertanya dengan nada khawatir “lho? yank, kok dompet aku diluar?” dan gw ceritain sebabnya sejujur-jujurnya kecuali masalah gw yang enggak sengaja ngeliat foto mereka berdua. Dan Principessa cuma bilang “ooooh, kirain kenapa..”. Gw makan sate ayam malam itu tanpa nafsu, tanpa rasa, tanpa selera.. semuanya kosong dan hampa. Di dalem hati, gw berkata “gw gak kuat, abis ini gw anter Principessa terus pulang, gw gak tahan.. Astaghfirullahaladzim..

Setelah selesai makan, gw anter Principessa pulang. Belum sempet gw mau pamit, Principessa udah ngomong duluan “kamu abis ini mau kemana? masuk dulu ya? kan belum sempet ketemu sama papa..” akhirnya gw masuk dengan niat setor muka sama si Om sebentar, terus abis itu langsung pulang. Tapi ternyata gw malah lama di dalem rumahnya Principessa, ngobrol bola bareng papanya. Gw ngobrol bola sama si Om, sementara Principessa sibuk ngetik CV barunya.

Malam pun semakin larut, dan si Om bilang “udah malem nih, Om tidur dulu ya..?”, dan si Om pun pergi tidur. Jarum jam waktu itu menunjukkan pukul sembilan kurang, tapi rumah Principessa sudah sepi karena Ayah, Ibu, dan adik-adiknya sudah pergi tidur. Melihat Principessa masih sibuk ngetik, dan membayangkan dia harus ngetik sendirian malem-malem padahal dia juga capek pengen tidur, membuat gw enggak tega untuk ninggalin dia. Akhirnya gw urungkan niat gw untuk pulang, gw lebih memilih nahan rasa sakit itu untuk nemenin Principessa.

Emang gw enggak bisa bantu banyak, tapi paling enggak gw ada disampingnya untuk nemenin dia. Untuk jadi tempat keluh kesahnya waktu dia bosan, untuk jadi tempat manjanya waktu dia ingin dimanja, untuk mengelus-elus kepalanya waktu dia minta disayang..


Tapi.. ternyata gw salah, ternyata gw gak kuat.. tiba-tiba aja di benak gw muncul sebuah khayalan ekstra tinggi. Tiba-tiba gw merasa sedang berada di dalam suatu bioskop sendirian, gw duduk tenang sambil tertawa kecil menyaksikan film tentang gw sama Principessa ketika kami berdua foto box kira-kira empat taun yang lalu. Waktu itu kami berdua lagi hangat-hangatnya, kemanapun kami jalan Principessa selalu memeluk tangan gw dengan erat. Kami foto box, empat kali shoot, dan yang terakhir kami berdua foto sambil kissing, sampai mbak-mbak yang jaga foto box jadi malu sendiri waktu motong foto-foto kami. Indahnya saat itu, sungguh-sungguh indah. Dan disaat gw lagi menikmati film itu, tiba-tiba aja Principessa yang “masa kini” datang dengan membawa penghapus raksasa. Perlahan Principessa “masa kini” itu menghapus film di layar bioskop. Ironisnya, Principessa “masa lalu” yang ada di dalam film berteriak-teriak sambil menangis histeris “Tolong, jangan hapus kami, gw gak mau kehilangan ‘caya, gw mau hidup disini selamanya sama dia.. tolong jangan hapus kenangan ini..” dan gw gak bisa berbuat apa-apa selain hanya tertegun melihat Principessa “masa kini” menghapus film itu sampai semuanya hilang..

Dan tiba-tiba aja gw udah kembali lagi ke dunia nyata, dengan gw duduk disebelah Principessa yang lagi sibuk ngetik CVnya. Gw enggak tahan, gw ke kamar mandi, lama gw di dalem kamar mandi.. begitu keluar Principessa nanya “yank, kamu lama amat di WCnya? ngapain? abis boker ya??? iiihhh kamu bau…” gitu kata Principessa dengan nada manja dan menggoda khas darinya. Gw cuma bilang “iya.. hehe.. abis aku sakit perut..” sambil cengar-cengir kayak enggak ada apa-apa. Padahal gw di dalem kamar mandi itu nangis, perih rasanya.. gw sampai harus gigit baju gw biar suara tangisnya enggak kedengeran.. malu juga kan..;p

Akhirnya gw pulang jam setengah sebelas malam, setelah nemenin Principessa sampai selesai ngetik dan ngeprint CVnya di warnet. Di jalan, air mata gw terus turun.. susah banget buat ditahan.. Gw mampir dulu di kosan temen-temen sebentar untuk nanya soal proposal skripsi, gw cengar-cengir bareng mereka dan ngumpetin rasa perih itu, gw enggak mau mereka khawatir sama keadaan gw, ataupun mereka jadi membenci Principessa. Setelah itu, kira-kira pukul setengah satu malam gw pulang ke kosan. Bukannya belajar dan siap-siap buat sidang besok terus istirahat, gw malah nangis sambil melukin guling sampe jam 7 pagi..(T_T) sakit banget rasanya dada gw.. periiih banget..

Mungkin kalian yang baca akan bilang gw itu cowok yang cengeng, payah, cupu, dll.. well, whatever.. seperti yang pernah gw bilang sebelumnya, gw itu orang yang sensitif.. dan ini terasa sangat menyakitkan. Lagi pula ini pertama kalinya.. baru kali ini gw ngerasain rasa sesakit dan seperih itu.. ini yang terburuk.. I’m completely falling to the emptiness.. (T_T)

Tapi, meskipun rasanya teramat perih.. enggak apa-apa, gw terima.. justru dengan ini gw semakin kuat.. Akhirnya gw semakin menyadari bahwa Principessa tidak lagi “sangat membutuhkan” kehadiran gw seperti yang selama ini dia bilang dan seperti yang selama ini gw kira. Ternyata kebutuhan dia akan cinta, perhatian dan kasih sayang sudah mampu dipenuhi oleh si Turtle.. hanya saja, Principessa belum siap untuk kehilangan gw. Dan gw terima itu, karena keinginan gw untuk bisa membahagiakan Principessa lebih besar daripada keinginan untuk menuntut dia menjadi seperti yang gw mau. Makanya, gw mau enggak mau harus terima rasa sakit ini, mungkin memang ini resikonya, dan gw mau menerimanya.

Beban di hati dan pikiran Principessa sudah teramat banyak, gw enggak mau menambah bebannya. Gw enggak mau, gw cuma mau dia seneng, dia bahagia, dia sehat sentosa. Dan itu juga yang membuat gw merahasiakan ini, sampai saat ini Principessa enggak tau kalo gw tau tentang mereka berdua, Principessa enggak tau kalo gw sakit hati karena itu. Sampai saat ini, yang dia tau adalah dia berhasil menutupi perasaan yang sebenarnya, dan berfikir bahwa gw enggak tau dan dia enggak terlalu menyakiti hati gw. Dan gw harap gw bisa tetep merahasiakan ini sampai kapan pun.

Bahkan sebenarnya ada lagi satu kisah pilu.. tapi sayang, gw enggak bisa ceritain ke kalian karena berbagai pertimbangan.. dan kejadiannya itu disaat gw seharusnya merayakan anniversary kami yang ke 4. Biarin aja, biar cuma gw yang tau..


Gw harus bisa merahasiakannya, agar dia lepas dari rasa bersalah karena telah berbohong dan mengkhianati gw, agar dia enggak semakin terbebani oleh pikiran-pikiran yang bisa mengganggu konsentrasinya, agar dia tenang dan enggak terusik kebahagiaannya. Semoga dia enggak akan tau, semoga aja dia enggak pernah akan tau.. biar gw yang simpen rahasia ini di dalam hati gw, di balik bilik pintu yang terletak di koridor relung hati gw, yang di pintu itu tercantum nama “Principessa”.. biar rahasia ini gw pendam disana..

Huffffth.. 11 Oktober, semoga tanggal itu enggak akan mendatangkan kepedihan lagi di masa mendatang.. semoga ini semua enggak akan terulang.. <=)

Ti amo Principessa..
more than you know, more than anything I’ve ever loved..
at least, I love you more than my self..


Full Page »»
 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies